“ Seperti rasanya, baru kemarin aku memarkir motor
dikampus itu “
Coletah
ku dalam hati tak kunjung sunyi, sebab tak akur dengan takdir. Ramai lalu
lalang mereka tak mengusik aku yang mengego sendiri.. ku perhatikan mereka,
namun tak ada binar kagum yang menyala-nyala, sampai akhir aku sudah bahkan tak
ada pilihan hingga aku pasrah menapaki laluan disini .. ya, Fakultas pertanian
..,
Ini serentetan
satu dari banyak Quote yang ku rangkaian dari ketak-menerima ku atas takdir
ini, hingga akhirnya aku menemukan yang Tuhan maksud pada tempat ini “jalannya
para malaikat-malaikat” itu kata orang-orang awam disana, dan yang sesungguhnya
ku temukan ialah “jalan dakwah” ..
Sampai aku
melupakan ego-ego dahulu, bukan karna penerimaan, tapi karena keasyikan berupa
kesibukkan lain. Disini aku menemukan sesuatu, mereka menyapa dengan cara yang
berbeda..
Jalannya sukar,
tak ramai, dianggap kuno, gak banget lah .. ya, namun saat Tuhan membuat ku
melihat ada sesuatu yang luar biasa pada tempat ini, mengapa aku harus menjadi
biasa ?
Jalan ini, bukan sekedar jalan yang memiliki trotoar,
banyak persimpangan, terdapat lampu merah .. kau tahu hutan belantara ? jalan
nya sulit dilihat, bahkan ditapaki. Tapi saat kau masuk, kelimpahannya meruah,
bisa kau kutip sumber daya didalamnya, nah begitulah lebih kurangnya ..
Disini,mereka
membuatku merasa terus dipaksa. Sebuah pemaksaan yang tak banyak
manusia-manusia ingin memaksa didalam hal yang kaya gini .. selalu datang
paksaan terus menjadi baik, ruhiyah harus ditingkatkan, jangan tabarruj, peduli
pada lingkungan dan memaksaku untuk menjadi pribadi yang tak bermasalah,.
Sebuah pemaksaan yang tak biasa bukan ?
Rasanya baru kemarin, aku
memakir motor untuk pertama kali di tempat itu. Dengan waktu-waktu yang terus
bergulir tanpa mungkin dapat menunggu.. saat seperti itu akan selalu aku
meng-rindu J
Terima kasih Tuhan, sungguh
rencana Mu, How Wonderful J
LDK AL-IHSAN PERTANIAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar