Saat kata sering kali tak
didengar,
Seringkali kalimat disalah artikan
Tak jarang menasehati dianggap menyudutkan
Tak jarang pula menasehati seperti menyudutkan
Dan seperti itulah dakwah ,katanya .
maka bersabarlah didalam dakwah, katanya . namun coba perjelas kata itu, biar
daku lebih paham dan tak salah paham tentang nya . omongan sering menjadi angin
lalu, kebaikan sering terlupakan, hanya melihat yang lebih hebat dari yang
terhebat . mulutku membungkam, saat ku kenal nasihat seperti menyudutkan, saat
ku kenal kawan seperti lawan haha .. aku
paham, diatas langit masih tinggi langit menjulang .. namun bisakah sejenak
berhenti untuk mendengar kan, berhenti untuk memikirkan , memikirkan lebih jauh
maksud dari kata hati . bukan, bukan lah untuk mengadu kepintaran ku pinta kau
diskusi, bukan lah untuk menyudutkan, ku ajak kau berbagi . bukan begitu kawan
, bukan begitu maksudku ..
Pintarnya dikau teman, ku tau jauh
bahkan lebih jauh dari ku, maka sebab itu kau ada disini, disampingku tuk
berbagi.. namun terasa jalan ini seperti ramai dan aku laksana termangu
menunggu setiap haluan lewat dan berhenti bercakap . letih sekali rasanya hati
bila demikian , aku bosan dan jenuh namun tak beraturan . irama yang mengiringi
ku pun mulai jenuh lalu pergi !
Perlahan aku menjauh, tapi tidak untuk
menghilang dari gerombolan . hanya maksud untuk menepi biar ku rasa damai hati
melantun sendiri, biar ku rasa damai jiwa mengukir sepi ..
Berbicara seperti memantul kembali,
tersenyum bagai hanya pada diri sendiri, namun seperti apakah arti diri ku
dimata mu teman ?? benarkah kalimat ku seperti menyudutkan ? maka tegur daku ..
tegurlah !!
Jika
tidak jua, mungkin ini teguran Allah untuk ku . agar aku berhenti dari
banyaknya bicara, agar aku lebih mendengar kan mu dan agar aku lebih banyak
berbagi dengan-Nya ..
