Tiap huruf memiliki arti Kumpulan huruf itu ku namai bait Mereka berbunyi saat ekspresi tertuang :)
Jumat, 26 April 2013
apes membawa hikmah
Kamis, 25 April 2013
Tabrak Trotoar Pakai Moge Dini Hari, Uje Meninggal Dunia
Jum'at, 26 April 2013 , 06:05:00 WIB
Laporan: Widian Vebriyanto
RMOL. Ustadz Jeffry Al-Bukhori atau yang akrab disapa Uje meninggal dunia pada pukul dini hari tadi tadi akibat kecelakaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
"Uje meninggal dalam kecelakaan motor di Jaksel," begitu informasi yang ditulis dalam runing text salah satu televisi swasta (Jumat, 26/4).
Uje meninggal setelah mengalami kecelakaan saat motor gede (moge) yang dikendarainya menabrak trotoar di jalan kawasan elit tersebut. Diduga, ustad gaul ini mengalami kelelahan saat mengendarai motor Kawasaki E650 bernopol B 3590 SGQ.
"Kecelakaan Pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori," kicau TMC Polda Metro Jaya dalam akun twiter.
Uje lahir di Jakarta, 12 April 1973. Suami dari Pipik Dian Irawati dikenal sebagai ustadz gaul, karena selain gayanya yang muda, ia juga sering mengeluarkan jargon-jargon anak gaul.
Selain melalui ceramah, Uje juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami. Debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan pada 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius, seperti Opick. Bahkan dia pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007).
Uje yang tinggal di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan ini meninggalkan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. [zul]
MUSLIM MYANMAR ..
Rohingya, Potret Buram Muslim Myanmar
Jumat, 27 Juli 2012
REPUBLIKA.CO.ID
-- "Kami meninggalkan Myanmar karena kami diperlakukan dengan kejam
oleh militer. Umat Muslim di sana kalau tidak dibunuh, mereka disiksa,"
ujar seorang pengungsi, Nur Alam, seperti dikutip BBC, beberapa waktu
lalu.
Nur
bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan,
Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya. Ia
bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang
perahu tradisional sepanjang 14 meter. Mereka berjejalan di atas perahu kayu
dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim
Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.
Hingga
akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut
Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari. Kami ingin
pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur
Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di
tengah lautan.
Begitulah
potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau
negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang
termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan
dengan Bangladesh.
Sejak
1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai
warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai
imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Terjebak dalam kondisi yang
sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk
meninggalkan Myanmar.
Tak
mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer
itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak
keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak
diperkenankan untuk kembali. Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara
di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun.
Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat
resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp
pengungsi seadanya di Bangladesh.
Sebagian
besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk
pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman.
Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan
sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu. Pemerintah negeri Gajah
Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah
ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi
pengungsi, UNHCR.
***
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Mereka
kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal
Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang
dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat
Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.
Pada tahun
1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan
pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus
besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu,
militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak
asasi manusia. Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang
merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik
rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim
tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.
Pada
1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan
Prome. Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini
ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut
mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.
Kemudian,
pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara
bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang
menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga
Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara
bagian Karen.
Sejumlah
masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian
itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005,
telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara
bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran. Hasilnya,
hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu,
National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah
tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.
***
Mereka
yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom
agama mereka. Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus
untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang
lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga. Umat Islam di negera itu
juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan. Umat Islam yang
tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara
ataupun pegawai negeri. Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah
agama jika ingin mendapat pekerjaan.
Pada
Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya
meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya
sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu. Sekolah swasta itu
dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu
menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap
ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi
anak-anak Muslim di rumahnya. Begitulah nasib Muslim Rohingya.
Nasib
buruk yang dialami Muslim Rohingya mulai mendapat perhatian dari Organisasi
Konferensi Islam (OKI). Kantor berita Islam, IINA, pada 1 Juni 2011,
melaporkan, Sekretariat Jenderal OKI yang bermarkas di Jeddah telah menggelar
sebuah pertemuan dengan para pemimpin senior Rohingya. Tujuannya, agar Muslim
Rohingya bisa hidup damai, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam
pertemuan itu, para pemimpin senior Rohingya bersepakat untuk bekerja sama dan
bersatu di bawah sebuah badan koordinasi. Lewat badan koordiansi itulah, OKI
mendukung perjuangan Muslim Rohingya untuk merebut dan mendapatkan hak-haknya.
Pertemuan itu telah melahirkan Arakan Rohingya Union (ARU) atau Persatuan
Rohingya Arakan. Lewat organisasi itu, Muslim Rohingya akan menempuh jalur
politik untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami Muslim Rohingya.
Semoga.
Rabu, 24 April 2013
untuk sahabat sayang ^^
Untuk sahabat tersayang,,
Kau tau ?? kadang hidup tak seindah dulu.. dimana aku tak
perlu mencari, walau untuk sebuah rangkulan. Kau tau ? bahkan aku tak harus
berfikir , tentang ketulusan seorang teman.. mungkin kau tak tau,. Maka ku
torehkan, sedikit kesah ku. agar kau tau kawan.. .
Kau tau ?? pelangi itu seperti aura mu, ia muncul setelah
hujan reda.. nah seperti itulah kau,. Ini bukan gombalan, atau lelucon, tapi seperti
itu lah adanya..
Sering aku berfikir, mengapa hidup tak seperti ombak saja,.
Kau tau mengapa ?? sebab ia, bahkan akan
tetap menuju tepian setelah ia pergi jauh.. ia tak pernah lupa akan tepian,
setelah ia pergi jauh.. mungkinkah kita seperti itu kawan ??
Setelah rangkulan kita terasa jauh, dunia terasa asing untuk
aku berbagi.. dan aku tak mau kau kan asing untuk
ku kelak .. apakah kau tau kawan ?? banyak manusia yang ku temui diluar sana.
Tapi tak ada yang seperti mu.. dunia kini, membuat ku mengerti tentang
ketaksetiaan. ‘’kau kan tertinggal jika berkasih-kasihan’’.. sahabat ku
sayang,, mengertikah kalian makna kalimat itu ???.. jika tidak, maka tak usah
bertanya tentang makna nya.. karna , sering kali aku takut tuk memikirkannya..
Sering, aku tertawa jika mengingat perkelahian kecil kita
dulu.. disini, tidak lagi ada yang seperti itu kawan,. Hahaa.. aku ingin
dirangkul lagi saat berduka, maka tak ku temui lagi disini.. .
Untuk sahabat tersayang,,
Tetaplah menjadi ombak,,. Sejauh apapun kau kan berkelana,.
Ingat untuk kembali. sebab, sejauh apapun kau pergi, tepian itu tetap menjadi
rumah untuk mu.. dan aku tak mau menjadi masa lalu J..
Langganan:
Komentar (Atom)