Jumat, 26 April 2013

apes membawa hikmah

Aiihh aihhh ,, foto ini diambil tepatnya tanggal 21 april 2013 .. bahagia bercampur haru ketika aku ikut bergabung bersama PEMA UNIVERSITAS SYIAH KUALA untuk berkunjung dan melihat langsung kondisi masyarakat Rohingya sesungguhnya .. kita bisa saja merencanakan , namun rencana Allah Luar biasa indahnya ^^ .. Gini ni, sebenarnya pagi di hari minggu itu, seluruh letting ku di jadwalkann praktek lapangan membawa Hand traktor. Padahal tu ya, dalem hati kepingiiin kali ikud berkunjung melihat warga Rohingya tepatnya di Krueng Raya Banda Aceh.. niat nya selesai praktek nanti , mau ngemis ngemis sama amirah kampus ku (wakil ketua Ldk) untuk datang lagi kesana.. hehe sangking kepengennya kesono tapi ada tugas yang harus dituntas kan hari itu juga fuuiih . Nah dengan santainya aku berangkat dari rumah menuju kampus sekitar jam 7 kurang 10 .. sblum itu aku jemput temen dulu baru mnju kampus , itu pun mmakan wktu sktr 07.22 mana baju lab tinggal lagii #hadeeeh niat ngampus gak siii ?? plaaak ! .. karena gak mungkin balik kerumah lagi dan ga niat jga , inisiatif lah kami buat pinjem baju lab sama temen kos yang lain yang rumah nya pasti dekat kampus . dan gila nya jam itu udah nunjukkin 07.33 .. sampai lah kami kekampus , ada firasat ga baik juga .. eke telaaaat bo’ :’( .. sangking ga prcaya nya karena seumur2 ga pnh telat masuk lab #ceiiilaaah gaya lu ! .. nangiss bebek lah disitu. Ngemis ngemis minta masuk, namun hati para asisten sudah digembok rapat oleh sang coordinator T.T .. dari pada dari pada , kami inisiatif tu ikud rombongan PEMA ke lokasi penampungan Rohingya , eh tidak terduga kami belm tertinggal sama rombongan. Langsung senang lah hati #yang td terlupa .. Subhanallah, rencana Allah memang sungguh benar benar indah. Ingin hati rasanya menangis ketika aku pertama kali berjabat tangan dengan mereka, sekali lagi langsung dengan mereka … Ya Robbi, .. hati ku penuh dengan haru dan pilu ketika coba ku lukis sketsa gambaran versi ku tentang mereka yang bagaimana bisa terdampar sampai kesini menggunakan perahu sederhana dan bekal seadanya .. Ya Robbi, dimana harus ku trmpatkan daku saat keluh kesah ini kadang terlantun .. Disana kami menyatu , walau bahasa tak sama namun Dia satukan kami lewat hati yang goreskan tanda kasih sayang yang tak mungkin bisa digambarkan .. siang itu kami bertukar pikiran , mendengar langsung bagaimana mereka bisa sampai ketempat ini , dan bagaimana keji nya para militer militer disana. Dengan suara yang kadang tercekat di tenggorokan salah satu dari mereka yang Alhamdulillah fasih berbahsa inggris menjelaskan keadaan yang sebenarnya .. tak sanggup ku bendung haru ini, seolah pilu mereka juga pilu kami . air maata yang ku lihat jatuh di siang itu kan menjadi saksi mereka kelak saat kaum kafir dimintai pertanggung jawaban !!! amiin .. Bingung bin lucu waktu kami sama sama belajar bahasa .. haha jadi terkekeh sendiri kalau ingat kejadian itu .. sampai hati ku terucap ‘’ya Allah , percepatlah kami sampai pada yaumul akhir. Agar keadaan ini cepat berakhir .. dan tampak lah , kemenangan nyata !’’ FIGHTING FIGHTING ….. OUR LOVE FOR YOU :D

Kamis, 25 April 2013

Tabrak Trotoar Pakai Moge Dini Hari, Uje Meninggal Dunia

Jum'at, 26 April 2013 , 06:05:00 WIB Laporan: Widian Vebriyanto RMOL. Ustadz Jeffry Al-Bukhori atau yang akrab disapa Uje meninggal dunia pada pukul dini hari tadi tadi akibat kecelakaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. "Uje meninggal dalam kecelakaan motor di Jaksel," begitu informasi yang ditulis dalam runing text salah satu televisi swasta (Jumat, 26/4). Uje meninggal setelah mengalami kecelakaan saat motor gede (moge) yang dikendarainya menabrak trotoar di jalan kawasan elit tersebut. Diduga, ustad gaul ini mengalami kelelahan saat mengendarai motor Kawasaki E650 bernopol B 3590 SGQ. "Kecelakaan Pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl. Gedong Hijau 7 Pdk Indah, korban meninggal dunia a/n Bpk Jefri Al Buchori," kicau TMC Polda Metro Jaya dalam akun twiter. Uje lahir di Jakarta, 12 April 1973. Suami dari Pipik Dian Irawati dikenal sebagai ustadz gaul, karena selain gayanya yang muda, ia juga sering mengeluarkan jargon-jargon anak gaul. Selain melalui ceramah, Uje juga menyampaikan dakwahnya dalam bentuk lagu-lagu Islami. Debut albumnya, Lahir Kembali diluncurkan pada 2006 lalu. Beberapa lagu diciptakannya sendiri dan dinyanyikan bersama penyanyi lagu-lagu religius, seperti Opick. Bahkan dia pernah berkolaborasi dengan grup band Ungu dalam mini album Ungu bertajuk Para Pencari-Mu (2007). Uje yang tinggal di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan ini meninggalkan tiga anak yakni Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, dan Ayla Azuhro. [zul]

MUSLIM MYANMAR ..

Rohingya, Potret Buram Muslim Myanmar

Jumat, 27 Juli 2012



REPUBLIKA.CO.ID --  "Kami meninggalkan Myanmar karena kami diperlakukan dengan kejam oleh militer. Umat Muslim di sana kalau tidak dibunuh, mereka disiksa," ujar seorang pengungsi, Nur Alam, seperti dikutip BBC, beberapa waktu lalu. 
Nur bersama 129 Muslim Rohingya begitu umat Islam yang tinggal di utara Arakan, Myanmar, biasa disebut terpaksa harus meninggalkan tanah kelahirannya. Ia bersama kawan-kawannya nekat melarikan diri dari Myanmar dengan menumpang perahu tradisional sepanjang 14 meter. Mereka berjejalan di atas perahu kayu dengan bekal seadanya. Akibat mesin perahu yang mereka tumpangi rusak, Muslim Rohingya pun harus rela terkatung-katung di lautan yang ganas.
Hingga akhirnya, mereka ditemukan nelayan Aceh dalam kondisi yang mengenaskan. Menurut Nur, mereka terombang-ambing ombak di lautan ganas selama 20 hari. Kami ingin pergi ke Indonesia, Malaysia, atau negara lain yang mau menerima kami, tutur Nur. Demi menyelamatkan diri dan akidah, mereka rela kelaparan dan kehausan di tengah lautan.
Begitulah potret buram kuam Muslim Rohingya yang tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine. Kawasan yang dihuni umat Islam itu tercatat sebagai yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar atau Burma. Daerah itu berbatasan dengan Bangladesh.
Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar. Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Terjebak dalam kondisi yang sangat tidak menguntungkan seperti itu, kaum Rohingya pun memilih untuk meninggalkan Myanmar.
Tak mudah bagi mereka untuk melepaskan diri dari negara yang dikuasai Junta Militer itu. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak keamanan. Setelah mereka keluar dari negara tersebut, mereka tidak diperkenankan untuk kembali. Selain itu, umat muslim Rohingya seperti terpenjara di tempat kelahirannya sendiri. Mereka tidak bisa bebas bepergian ke mana pun. Meskipun hanya ingin ke kota tetangga saja, pihak militer selalu meminta surat resmi. Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.
Sebagian besar dari mereka yang tidak tinggal di tempat pengungsian resmi memilih untuk pergi ke negara lain melalui jalur laut, terutama melalui Laut Andaman. Kemudian, pihak Pemerintah Thailand juga mengabarkan bahwa mereka telah menahan sebanyak 100 orang Rohingya beberapa waktu yang lalu. Pemerintah negeri Gajah Putih itu menolak menerima mereka sebagai pengungsi. Untuk mengatasi masalah ini, PBB sudah bergerak melalui salah satu organisasinya yang mengurusi pengungsi, UNHCR.
***

Populasi Muslim Rohingya di Myanmar tercatat sekitar 4,0 persen atau hanya sekitar 1,7 juta jiwa dari total jumlah penduduk negara tersebut yang mencapai 42,7 juta jiwa. Jumlah ini menurun drastis dari catatan pada dokumen Images Asia: Report On The Situation For Muslims In Burma pada Mei tahun 1997. Dalam laporan tersebut, jumlah umat Muslim di Burma mendekati angka 7 juta jiwa.
Mereka kebanyakan datang dari India pada masa kolonial Inggris di Myanmar. Sepeninggal Inggris, gerakan antikolonialisasi di Burma berusaha menyingkirkan orang-orang dari etnis India itu, termasuk mereka yang memeluk agama Islam. Bahkan, umat Muslim di Burma sering sekali menjadi korban diskriminasi.
Pada tahun 1978 dan 1991, pihak militer Burma meluncurkan operasi khusus untuk melenyapkan pimpinan umat Islam di Arakan. Operasi tersebut memicu terjadinya eksodus besar-besaran dari kaum Rohingya ke Bangladesh. Dalam operasi khusus itu, militer tak segan-segan menggunakan kekerasan yang cenderung melanggar hak asasi manusia. Selain itu, State Law and Order Restoration Council (SLORC) yang merupakan rezim baru di Myanmar selalu berusaha untuk memicu adanya konflik rasial dan agama. Tujuannya untuk memecah belah populasi sehingga rezim tersebut tetap bisa menguasai ranah politik dan ekonomi.
Pada 1988, SLORC memprovokasi terjadinya pergolakan anti-Muslim di Taunggyi dan Prome. Lalu, pada Mei 1996, karya tulis bernada anti-Muslim yang diyakini ditulis oleh SLORC tersebar di empat kota di negara bagian Shan. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap kaum Muslim.
Kemudian, pada September 1996, SLORC menghancurkan masjid berusia 600 tahun di negara bagian Arakan dan menggunakan reruntuhannnya untuk mengaspal jalan yang menghubungkan markas militer baru daerah tersebut. Sepanjang Februari hingga Maret 1997, SLORC juga memprovokasi terjadinya gerakan anti-Muslim di negara bagian Karen.
Sejumlah masjid dihancurkan, Alquran dirobek dan dibakar. Umat Islam di negara bagian itu terpaksa harus mengungsi. Burma Digest juga mencatat, pada tahun 2005, telah muncul perintah bahwa anak-anak Muslim yang lahir di Sittwe, negara bagian Rakhine (Arakan) tidak boleh mendapatkan akta kelahiran. Hasilnya, hingga saat ini banyak anak-anak yang tidak mempunyai akta lahir. Selain itu, National Registration Cards (NRC) atau kartu penduduk di negara Myanmar sudah tidak diberikan lagi kepada mereka yang memeluk agama Islam.
***
Mereka yang sangat membutuhkan NRC harus rela mencantumkan agama Buddha pada kolom agama mereka. Bahkan, Pemerintah Myanmar sengaja membuat kartu penduduk khusus untuk umat Muslim yang tujuannya untuk membedakan dengan kelas masyarakat yang lain. Umat Muslim dijadikan warga negara kelas tiga. Umat Islam di negera itu juga merasakan diskriminasi di bidang pekerjaan dan pendidikan. Umat Islam yang tidak mengganti agamanya tak akan bisa mendapatkan akses untuk menjadi tentara ataupun pegawai negeri.  Tak hanya itu, istri mereka pun harus berpindah agama jika ingin mendapat pekerjaan.
Pada Juni 2005, pemerintah memaksa seorang guru Muslim menutup sekolah swastanya meskipun sekolah itu hanya mengajarkan kurikulum standar, seperti halnya sekolah negeri, pemerintah tetap menutup sekolah itu. Sekolah swasta itu dituding mengajak murid-muridnya untuk masuk Islam hanya karena sekolah itu menyediakan pendidikan gratis. Selain itu, pemerintah juga pernah menangkap ulama Muslim di Kota Dagon Selatan hanya karena membuka kursus Alquran bagi anak-anak Muslim di rumahnya. Begitulah nasib Muslim Rohingya.
Nasib buruk yang dialami Muslim Rohingya mulai mendapat perhatian dari Organisasi Konferensi Islam (OKI). Kantor berita Islam, IINA, pada 1 Juni 2011, melaporkan, Sekretariat Jenderal OKI yang bermarkas di Jeddah telah menggelar sebuah pertemuan dengan para pemimpin senior Rohingya. Tujuannya, agar Muslim Rohingya bisa hidup damai, sejahtera, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dalam pertemuan itu, para pemimpin senior Rohingya bersepakat untuk bekerja sama dan bersatu di bawah sebuah badan koordinasi. Lewat badan koordiansi itulah, OKI mendukung perjuangan Muslim Rohingya untuk merebut dan mendapatkan hak-haknya. Pertemuan itu telah melahirkan Arakan Rohingya Union (ARU) atau Persatuan Rohingya Arakan. Lewat organisasi itu, Muslim Rohingya akan menempuh jalur politik untuk mengatasi masalah-masalah yang dialami Muslim Rohingya.
Semoga.

Rabu, 24 April 2013

untuk sahabat sayang ^^


Untuk sahabat tersayang,,
Kau tau ?? kadang hidup tak seindah dulu.. dimana aku tak perlu mencari, walau untuk sebuah rangkulan. Kau tau ? bahkan aku tak harus berfikir , tentang ketulusan seorang teman.. mungkin kau tak tau,. Maka ku torehkan, sedikit kesah ku. agar kau tau kawan.. .
Kau tau ?? pelangi itu seperti aura mu, ia muncul setelah hujan reda.. nah seperti itulah kau,.  Ini bukan gombalan, atau lelucon, tapi seperti itu lah adanya..
Sering aku berfikir, mengapa hidup tak seperti ombak saja,. Kau tau mengapa ??  sebab ia, bahkan akan tetap menuju tepian setelah ia pergi jauh.. ia tak pernah lupa akan tepian, setelah ia pergi jauh.. mungkinkah kita seperti itu kawan ??
Setelah rangkulan kita terasa jauh, dunia terasa asing untuk aku berbagi.. dan aku tak mau kau kan   asing  untuk ku kelak .. apakah kau tau kawan ?? banyak manusia yang ku temui diluar sana. Tapi tak ada yang seperti mu.. dunia kini, membuat ku mengerti tentang ketaksetiaan. ‘’kau kan tertinggal jika berkasih-kasihan’’.. sahabat ku sayang,, mengertikah kalian makna kalimat itu ???.. jika tidak, maka tak usah bertanya tentang makna nya.. karna , sering kali aku takut tuk memikirkannya..
Sering, aku tertawa jika mengingat perkelahian kecil kita dulu.. disini, tidak lagi ada yang seperti itu kawan,. Hahaa.. aku ingin dirangkul lagi saat berduka, maka tak ku temui lagi disini.. .
Untuk sahabat tersayang,,
Tetaplah menjadi ombak,,. Sejauh apapun kau kan berkelana,. Ingat untuk kembali. sebab, sejauh apapun kau pergi, tepian itu tetap menjadi rumah untuk mu.. dan aku tak mau menjadi masa lalu J..