Hai
mimpi,, Bagaimana kabar mu ??
Rasanya
malu sekali aku berkata “hai” pada mu, dari jarangnya aku menjenguk mu hihi..
Lama sekali aku tidak menggelitik mu dengan bolpoin mu dengan bolpoin ku. Membulatkan
atau mencoret apa yang sudah terkontaminasi dari dunia mu *Si mimpi* sampai
dunia ku.
Kau
tidak pernah berubah, ya :)
tetap saja cantik bagi ku. Dengan segala yang terhampar dan buat aku semangat
lagi menjalani hari. Tapi, ada hal yang sering buat aku malu untuk mengunjungi
mu. Kau tahu ? aku terlalu malu pada mu, sebab …
sering aku hampir menyerah saja, mengusaikan semuanya dan hidup tanpa aturan
yang telah kita sepakati. Kalau sudah begitu, pasti kau menghampiri ku, sambil
berkata “ketika menuntut ilmu, sabar dan tenanglah .. pelan pelan saja, dan
perhatikan bagaimana Allah menuntun mu kepada sesuatu :). Lalu kau diam sejenak dan
berkata lagi “Allah tidak pernah menyuruhm mu memikirkan suatu jalan keluar
sampau kau merasa penat. Dia hanya menyuruh mu, jadikan sabar dan shalat
sebagai penolong”. Kalau sudah begitu, aku langsung berhenti dari keluh kesah
dan menangis, setelah itu sudah.. ku dapati lagi semangat itu.
Terima
kasih ya Si mimpi… kau memang tak pernah marah, mengerti sekali akan sifat
ku*jadi canggung hehe..
Si
mimpi …
Dari
siapa kau belajar ? membuat siapa saja yang melihat mu, menjadi begitu bahagia.
Pernah ku Tanya itu pada mu, dan jawaban mu selalu buat ku terdiam ,. Kau bilang “aku adalah Si
mimpi, dimana semua mimpi mu ada dan kau coret ia. Kau senang ketika
mengurutkannya, kau beri harapan pada ku *Si mimpi*, kau berusaha
mewujudkannya. Walau terhitung lama sampai kau malu pada ku dan jarang
mengunjungi ku. Aku kerap kesepian, tapi ketika kau berkunjung seketika aku pun
bahagia karena kau ku lihat bahagia :) and I’m yours”
Aku
terdiam, mendengar jawaban mu ..,
Wahai
Si mimpi … aku ingin kau percaya ya,.
Walau
tetap, jika ku tulis aku akan menyentuh pelangi suatu saat nanti, kau harus
tetap percaya pada ku. Mustahil memang …
“tidak
!! itu tidak mustahil ! bahkan kau bisa memeluk pelangi itu, Rahmi” kau
langsung menjawabnya
Aku
tersenyum mendengarnya. Kau tahu maksudku, tanpa harus ku beritahu. And really I’m
yours, Si mimpi :)
Rabu, 02 April 2014
suatu
ketika, saat aku merasa seperti merangkak menyusuri Si mimpi .. dan hai, aku di
masa depan :)
I’ll be waiting for you .. and run !!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar