Kamis, 19 Februari 2015

Si Mimpi



Hai mimpi,, Bagaimana kabar mu ??
Rasanya malu sekali aku berkata “hai” pada mu, dari jarangnya aku menjenguk mu hihi.. Lama sekali aku tidak menggelitik mu dengan bolpoin mu dengan bolpoin ku. Membulatkan atau mencoret apa yang sudah terkontaminasi dari dunia mu *Si mimpi* sampai dunia ku.
Kau tidak pernah berubah, ya :) tetap saja cantik bagi ku. Dengan segala yang terhampar dan buat aku semangat lagi menjalani hari. Tapi, ada hal yang sering buat aku malu untuk mengunjungi mu. Kau    tahu ? aku terlalu malu pada mu, sebab … sering aku hampir menyerah saja, mengusaikan semuanya dan hidup tanpa aturan yang telah kita sepakati. Kalau sudah begitu, pasti kau menghampiri ku, sambil berkata “ketika menuntut ilmu, sabar dan tenanglah .. pelan pelan saja, dan perhatikan bagaimana Allah menuntun mu kepada sesuatu :). Lalu kau diam sejenak dan berkata lagi “Allah tidak pernah menyuruhm mu memikirkan suatu jalan keluar sampau kau merasa penat. Dia hanya menyuruh mu, jadikan sabar dan shalat sebagai penolong”. Kalau sudah begitu, aku langsung berhenti dari keluh kesah dan menangis, setelah itu sudah.. ku dapati lagi semangat itu.
Terima kasih ya Si mimpi… kau memang tak pernah marah, mengerti sekali akan sifat ku*jadi canggung hehe..
Si mimpi …
Dari siapa kau belajar ? membuat siapa saja yang melihat mu, menjadi begitu bahagia. Pernah ku Tanya itu pada mu, dan jawaban mu selalu  buat ku terdiam ,. Kau bilang “aku adalah Si mimpi, dimana semua mimpi mu ada dan kau coret ia. Kau senang ketika mengurutkannya, kau beri harapan pada ku *Si mimpi*, kau berusaha mewujudkannya. Walau terhitung lama sampai kau malu pada ku dan jarang mengunjungi ku. Aku kerap kesepian, tapi ketika kau berkunjung seketika aku pun bahagia karena kau ku lihat bahagia :) and I’m yours”
Aku terdiam, mendengar jawaban mu ..,
Wahai Si mimpi … aku ingin kau percaya ya,.
Walau tetap, jika ku tulis aku akan menyentuh pelangi suatu saat nanti, kau harus tetap percaya pada ku. Mustahil memang …
“tidak !! itu tidak mustahil ! bahkan kau bisa memeluk pelangi itu, Rahmi” kau langsung menjawabnya
Aku tersenyum mendengarnya. Kau tahu maksudku, tanpa harus ku beritahu. And really I’m yours, Si mimpi :)

Rabu, 02 April 2014
suatu ketika, saat aku merasa seperti merangkak menyusuri Si mimpi .. dan hai, aku di masa depan :) I’ll be waiting for you .. and run !!”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar