Senin, 13 Januari 2014

PERNAH, AKU INGIN ..,

Pernah ku cerita lewat tinta ., Pernah ku toreh menjadi kata,
membentuk gagasan yang katanya bagus
tapi bukan itu yang ku mau ! ..
Gagasan gagasan yang ada, mereka menjadi nada ku ,
saat mulut tak dapat melantun,
lidah kelu untuk menari ,. Ia hidup
membentuk prinsip yang katanya  indah
tapi bukan itu yang ku mau !

Pernah aku ingin, mendamaikan yang beda menjadi baur
mereka ku ingin jalan beriringan
menapaki satu jalan yang meski proses berbeda ..

Pernah aku meng-ego ,,
ingin menjadi pengubah ,..
bukan maksud ingin terdepan tapi hanya mengubah ..

Pernah aku ingin ,
Pernah aku ingin
Pernah aku ingin
Ya, aku pernah setidaknya !!

Menjadi seorang penganut ingin dengan tulus
Tak tau ingin itu ingin suatu yang sulit,
Ia sukar ..
Hingga ketika aku lakoni,
pada laluannya aku keasyikan melakoni
yang ku setujui dari salah satu yang beda itu ..
mereka sering bertikai , lalu aku ikut didalamnya hingga,
menjadi yang pro, juga kontra ..

Saat aku dapat melihat, tak harus aku gunakan gagasan apapun
Saat mulut terkatup, saat tangan tak mengukir .
jelas! jelas sekali aku melihat
Lalu ku rekam saja dengan fikiran ..

Menjadi pengubah .. General sekali maknanya ..
Menjadi pengubah , itu harus terdepan ..
Menjadi pengubah, itu harus pembenar ..
Menjadi pengubah, itu harus menjadi sesuatu ..

Pernah aku ingin, hingga aku mengerti ...,

Terobos dulu kemenangan, hingga harus kan ada
yang menjadi kalah ..
Untuk melunakkan ke-ego-an
memberi pemahaman ..
Suatu tujuan yang nyata , sama ..

Pernah aku ingin, hingga kini,
aku masih kan tetap ingin ..,

Selasa, 30 Juli 2013

Untuk setetes air mata yang tertahan ,.


Derai peluh menghantarkan ku pada luka ,. Berulang kali memang ku ulang kata itu, namun tak mampu jua ku cerna dari alam sadar ku .. Hei, namun satu. Ternyata Tuhan amat mengasihi ku .. dari air mata yang menyejukan ini, yang tertahan dan tetap pada kelopak  nya ,. Ia membiarkan aku membaca seluruh kalimat , menguatkan aku dari tulisan itu .. teramat jelas lukisan kasih sayang Nya . mulai ku kurangi kesah ini, berbalik memuji Nya ,. Ya Rabbi, lamban sekali ku sadari sapaan Mu lewat perih ini,.
  “Daun yang jatuh tak pernah menyalahkan sang angin”. Aku amat tertegun Allah memberi ku pemahaman pada kalimat yang luar biasa bermaknanya , dan tak semua jiwa terpilih untuk merasakannya . namun sekarang , DUNIA ! coba katakan, berapa kali lagi aku harus gagal ?? katakan saja ! , sebab aku takan menyerah .. Aku paham, kasih sayang Nya tak berwujud kesenangan semata . itulah Dia Sang Maha Luas yang wujud kasih sayang Nya teramat Luas . Subhanallah !
  Dan ku pahami , ketulusan memimpin segalanya disini, ditempat daku berpijak, dan ditempat dikau pula berpijak sebab yang berasal dari hati, akan tersampai pula pada hati”. Namun tak semua niat baik berbalas kebaikan pula kan ?? . nah disitulah mengapa ketulusan memimpin segala yang tak bisa terpimpin :)

Kamis, 27 Juni 2013

untuk 3 rumah sandaran ku, yang bisa berjalan dan mereka hidup ..,

Hujjatul Balighah , Sari Ridwan Daud BanTa, Noor Arafah Mumtazah ,. kadang kan, kalo rindu hampir tumpah merembes berubah jadi mendung ., coba sekali kali tengok, laman lama yang dahulu dahulu kita gores . adakah rindu kita masih sama terasa ??
benda bulat, petak atau apakah itu. yang tergantung mungkin terletak diatas meja belajar kita, benda itu yang kita sebut jam atau weker . ia seperti memisah kan kita dengan kesibukan bangku pendidikan yang kita enyam yang sekarang jalan kita menjadi beda .. tak ada lagi, perkelahian yang rupanya semakin membuat ego kita membaur, rupanya sulit sekali untuk kita berbagi cerita kala duka sesekali menyapa di keseharian . hahh
tapi, si yang kita sebut jam atau weker itu salah ! kualitas kekompakan kita takan bisa longgar karena kesibukan berbeda .. iya kan lovely ?? iyaaakaan ????
 

Rabu, 19 Juni 2013

surat cinta untuk Allah

J J J J
Maaf kan hamba ya Allah J
Ku sadari, banyak sekali keluh kesah ku haturkan pada mu kala tangan ini mengadah.. ku stel haluan haru biru, aku ingin menangis dan mengadu pada Mu .. ya, tentang kesal ku, tentang penyesalan ku,.. padahal, tidak semua kesedihan yang selalu meliputi jejak ku di hari hari kemarin, sekarang dan seterusnya .. Dia, memberi ku tawa di sela mengisi kosong nya waktu kuliah di kantin, memberi ku kemampuan untuk naik turun tangga kampus *walau sedikit nyesek hehe, Dia memperkenalkan aku pada ukhuwah yang luar biasa indah , terjalin dikampus dan banyaaaaak sekali yang ku alami,,. Dan juga yang lebih luar biasa, my best famly J mama, ayah, abang , adek, semuaanya .. anugerah itu , mengapa kerap tak ku ceritakan pada Mu , hah .. maafkan aku ya Rabb , maaf ..
Dan, tentang ketidakmampuan ku untuk memberi yang terbaik, ketidakmampuan ku untuk berbicara yang baik, tentang ketidakmampuan ku memanajemen emosi dengan baik, dan ketidakmampuan ku mengisi waktu kosong dengan baik .. padahal, Dia juga memberi ku banyak kelebihan bersama kekurangan itu .. Dia memberi ku wadah untuk melatih skill bicara ku, Dia memberi ku ruang agar aku bisa memainkan kata hingga menjadi tulisan, Dia memberi ku kecerdasan sehingga aku bisa bergaul dan menjadi manusia yang berguna, Dia memberi ku mereka. Makhluk luar biasa yang melewati mereka bisa ku petik rahmat dari Mu, bisa ku jemput hidayah dari Mu .. oh, lihatlah wadah ini , lihatlah betapa berharga nya dikau di hadapan-Nya J ..
Ya Illahi , Ku suguhkan kata terbaik yang ku hatur untuk Mu, bersama dengan melengkungnya bulan sabit di bibir ku .. wahai Yang cinta Nya sangat suci yang terindukan oleh daku, maaf jika Kau menunggu ku terkadang sangat lama untuk beranjak menuju Mu kala adzan memanggil.. maaf, hanya maaf yang saban hari ku tutur pada Mu pada saat saat yang terindah dan damai menyertai sekujur tubuh ku .. Dalam shalat sering aku lalai, dalam berbuat sering aku tak ikhlas , dalam berpikir sering aku tak baik .. Namun cinta Mu selalu memberi ku ruang untuk merenung, selalu memberiku waktu untuk menangis dan memohon ampun ,, dan rahmat Mu selalu hadir bersamaan dengan ku rasakan ampunan serta senyum mu yang berbisik “hamba ku sayang, lihatlah damai ini berarti senyum Ku untuk mu” 
Ya Rabbi, Kau Maha Tahu, Kau Maha tahu bagaimana daku ingin diajarkan mencintai Mu, walaupun mungkin surat ini, seperti gombalan ,. Berikan aku waktu untuk mengasah cinta ku, agar menjadi pantas dihadapan Mu ..

Minggu, 09 Juni 2013

DIAM …


Jika ingin merasakan senang, harus tahu dulu gimana rasa yang tak senang, jika ingin merasakan manis harus tahu dulu gimana rasa nya tidak manis . agar, kita bisa membedakan dan membandingkan keduanya. Aku ingin dilapangkan hati ku, maka harus belajar dari sempitnya hati, aku ingin belajar untuk diam , maka mulai lah dari banyak mendengarkan ,,.
  Mengapa banyak sekali kata kata bijak tentang diam ??
Karena itu semua membuktikan, betapa manusia ingin selalu didengar kan, bukan mendengarkan .. dan posisi telinga pun terancam punah haha .. mungkin, aku juga termasuk dari kategori tsb, namun, lama ku sadari . ketika mereka berlomba lomba beropini, mengkritik, menasehati, dan menjawab. Mengapa tak aku lebarkan telinga ku, ku luaskan hati ku .. untuk menampung semuanya dengan sabar dan ikhlas , sebab ilmu telah menanti di ujung pendengaran ku ^^ hihi … sulit memang , sulit .. namun hikmah nya , tak mampu ku tulis dibagian tulisan ku ini J ..,
 Diam bukan menjadi kan mu menjauh
 Dia bukan menjadi kan hilang
 Dia bukan menghambat mu dari bicara,
 Bukan, bukan itu …
Namun diam adalah, bagaimana kau berfikir sebelum bicara , bagaimana manajemen emosimu ketika mensehati, bagaimana kau mengendalikan suasana ketika riyuh, dan bagaimana kau belajar menjadi sandaran ketika bahu bahu goyah .. begitu lah dia yang ku maksud .. sederhana , namun berliku ..
Bak seperti air, yang tenang dipermukaan , namun tahu kah dikau .. didalamnya, terdapat ikan ikan yang berlomba melawan arus, terdapat karang yang kokoh meski ombak menghantam , terdapat kehidupan kehidupan yang luar biasa indah di dasarnya .. jadilah kita sperti itu, yang indah karena berproses,. Hanya dengan mata saja memandang, maka nyaman nya pun tercipta .. hanya karena memandang saja, terlebih kau salami ia  :)

Senin, 03 Juni 2013

               Luangkan waktu mu untuk ..
  • Memutuskan untuk shalat disaat maghrib , berjamaah lalu tilawah minimal 5 lembar , dan mengulang hafalan .
  • Memutuskan untuk mengambil air wudhu' ketika adzan isya berkumandangan, walau sesibuk apa pun, sholat tepat waktu dan ditutup dengan witir. lalu tilawah minimal 5 lembar, mengulang hafalandan tidur tepat waktu .
  • Belajar adalah kesenanga, maka jadikan ia seperti pengisi waktu, kebutuhan akan nafsu agar terpacu untuk sukses !
  • Memutuskan untuk shalat tahajjud di 1/3 malam terakhir, mengadu pada-Nya, tilawah minimal 5 lembar dan muhasabah diri.
  • berusaha untuk mencari aktivitas di sela menunggu shubuh tiba, seperti pekerjaan yang membutuhkan otak bekerja dan kantuk pun hilang :)
  • Memutuskan untuk sholat fajar.
  • Memutuskan untuk sholat shubuh tepat waktu, berusaha mengusir kantuk, tilawah minimal 5 lembar dan mengulang hafalan .. eeeitsss al-matsurat jangan lupa :D
  • Awali hari dengan basmallah dan akhiri dengan dengan hamdallah . Maka ingatlah, dunia ini hanyalah permainan yang melalaikan dan jadikan ia seperti tempat persinggahan yang hanya sementara , sekejab saja :)
  • Memutuskan untuk dhuha, meski dalam waktu yang sangat sibuk. 
  • Ketika kau mengingat Allah di waktu senggang, ingatlah, Allah akan memperkenalkan diri-Nya pada mu di waktu duka.
  • Memutuskan untuk dhuhur tepat waktu . shalat sunnah nya jangan ditinggalkan ^^
  • Memutuskan untuk shalat ashar tepat waktu, almatsurat nya juga ya ^^

Rabu, 22 Mei 2013

katakan, MENGAPA ?


Saat kata sering kali tak  didengar,
Seringkali kalimat disalah artikan
Tak jarang menasehati dianggap menyudutkan
Tak jarang pula menasehati seperti menyudutkan
        Dan seperti itulah dakwah ,katanya . maka bersabarlah didalam dakwah, katanya . namun coba perjelas kata itu, biar daku lebih paham dan tak salah paham tentang nya . omongan sering menjadi angin lalu, kebaikan sering terlupakan, hanya melihat yang lebih hebat dari yang terhebat . mulutku membungkam, saat ku kenal nasihat seperti menyudutkan, saat ku kenal  kawan seperti lawan haha .. aku paham, diatas langit masih tinggi langit menjulang .. namun bisakah sejenak berhenti untuk mendengar kan, berhenti untuk memikirkan , memikirkan lebih jauh maksud dari kata hati . bukan, bukan lah untuk mengadu kepintaran ku pinta kau diskusi, bukan lah untuk menyudutkan, ku ajak kau berbagi . bukan begitu kawan , bukan begitu maksudku ..
        Pintarnya dikau teman, ku tau jauh bahkan lebih jauh dari ku, maka sebab itu kau ada disini, disampingku tuk berbagi.. namun terasa jalan ini seperti ramai dan aku laksana termangu menunggu setiap haluan lewat dan berhenti bercakap . letih sekali rasanya hati bila demikian , aku bosan dan jenuh namun tak beraturan . irama yang mengiringi ku pun mulai jenuh lalu pergi !
        Perlahan aku menjauh, tapi tidak untuk menghilang dari gerombolan . hanya maksud untuk menepi biar ku rasa damai hati melantun sendiri, biar ku rasa damai jiwa mengukir sepi .. 
        Berbicara seperti memantul kembali, tersenyum bagai hanya pada diri sendiri, namun seperti apakah arti diri ku dimata mu teman ?? benarkah kalimat ku seperti menyudutkan ? maka tegur daku .. tegurlah !!
Jika tidak jua, mungkin ini teguran Allah untuk ku . agar aku berhenti dari banyaknya bicara, agar aku lebih mendengar kan mu dan agar aku lebih banyak berbagi dengan-Nya ..