Senin, 12 Mei 2014

SI TEDI

UNTUK SI  TEDI “ My coklate diary “
Coba ku dengar, gerangan apa yang kau punya ..
Selain sampul dan lembar – lembar kertas .,
Coba ku dekap, oh mengapa tak ada detakan disana ?
Pantas kau selalu diam ..     
Tak bergeming, walau alunan bolpoin ku
Mungkin dapat menggelitikmu ,
Kau tetap diam, selalu diam ..
Aku ingin kita membuat kesepakatan ,.
Kita membuat sebuah jalinan ,
Namun kurasa itu mustahil, sebab tak ku dengar detak jantung mu berirama seperti ku ..
Tapi kau tetap utuh, seorang yang selalu ku sayang
Walau bicara ku hanya lewat syair kata
Ku lukis dengan tinta bolpoin ini
Kau tetap, tetap seorang yang selalu ku sayang ..
Dengan apapun yang kau punya ,.
Sampul mu,
Lembaran – lembaran mu ..

Oh my Magic Book J


That's ALL

“ Seperti rasanya, baru kemarin aku memarkir motor dikampus itu “
   Coletah ku dalam hati tak kunjung sunyi, sebab tak akur dengan takdir. Ramai lalu lalang mereka tak mengusik aku yang mengego sendiri.. ku perhatikan mereka, namun tak ada binar kagum yang menyala-nyala, sampai akhir aku sudah bahkan tak ada pilihan hingga aku pasrah menapaki laluan disini .. ya, Fakultas pertanian ..,
   Ini serentetan satu dari banyak Quote yang ku rangkaian dari ketak-menerima ku atas takdir ini, hingga akhirnya aku menemukan yang Tuhan maksud pada tempat ini “jalannya para malaikat-malaikat” itu kata orang-orang awam disana, dan yang sesungguhnya ku temukan ialah “jalan dakwah” ..
    Sampai aku melupakan ego-ego dahulu, bukan karna penerimaan, tapi karena keasyikan berupa kesibukkan lain. Disini aku menemukan sesuatu, mereka menyapa dengan cara yang berbeda..
    Jalannya sukar, tak ramai, dianggap kuno, gak banget lah .. ya, namun saat Tuhan membuat ku melihat ada sesuatu yang luar biasa pada tempat ini, mengapa aku harus menjadi biasa ?
Jalan ini, bukan sekedar jalan yang memiliki trotoar, banyak persimpangan, terdapat lampu merah .. kau tahu hutan belantara ? jalan nya sulit dilihat, bahkan ditapaki. Tapi saat kau masuk, kelimpahannya meruah, bisa kau kutip sumber daya didalamnya, nah begitulah lebih kurangnya ..
   Disini,mereka membuatku merasa terus dipaksa. Sebuah pemaksaan yang tak banyak manusia-manusia ingin memaksa didalam hal yang kaya gini .. selalu datang paksaan terus menjadi baik, ruhiyah harus ditingkatkan, jangan tabarruj, peduli pada lingkungan dan memaksaku untuk menjadi pribadi yang tak bermasalah,. Sebuah pemaksaan yang tak biasa bukan ?
Rasanya baru kemarin, aku memakir motor untuk pertama kali di tempat itu. Dengan waktu-waktu yang terus bergulir tanpa mungkin dapat menunggu.. saat seperti itu akan selalu aku meng-rindu J
Terima kasih Tuhan, sungguh rencana Mu, How Wonderful J
LDK AL-IHSAN PERTANIAN